PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Tengah mendorong regenerasi jurnalis sejak usia sekolah melalui penanaman ilmu dan kaidah jurnalistik yang berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Menulis Karya Jurnalistik Straight News tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Nabire dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Sekretaris PWI Provinsi Papua Tengah, Suroso, S.E., menegaskan bahwa dunia jurnalistik merupakan profesi yang diakui negara sekaligus memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi.
“Regenerasi jurnalis harus dimulai sejak dini. Pelajar perlu
dikenalkan pada ilmu jurnalistik yang benar dan berkelanjutan agar kelak lahir insan pers yang profesional dan berintegritas,” ujar Suroso dalam sambutannya di Aula Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Nabire, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, PWI Papua Tengah membuka ruang kolaborasi dengan sekolah-sekolah melalui lomba menulis, pelatihan jurnalistik, hingga kegiatan ekstrakurikuler. Ia mengajak para guru dan pihak sekolah untuk bersama-sama membina minat dan bakat pelajar di bidang kepenulisan.
Suroso menjelaskan, peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh setiap 9 Februari berangkat dari sejarah berdirinya PWI pada 9 Februari 1946, enam bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.
Ia juga mengapresiasi peran kepala sekolah dan guru, khususnya guru Bahasa Indonesia, yang telah mendorong siswa mengikuti lomba jurnalistik tersebut. Menurutnya, banyak pelajar SMA/SMK di Nabire memiliki potensi menulis yang besar dan bahkan sudah mampu menghasilkan karya yang layak dimuat di media.
“Menulis tidak harus berujung menjadi wartawan. Keterampilan ini sangat berguna di dunia akademik maupun profesi lain,” katanya.

Ajak Generasi Muda Tak Henti Menulis
Sementara itu, Kepala LPP RRI Nabire, Surya Thalib, mengajak generasi muda untuk tidak pernah berhenti menulis dan berani mengejar mimpi menjadi jurnalis profesional.
“Wartawan adalah profesi yang menyenangkan dan membanggakan, terutama bagi mereka yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Teruslah menulis dan menggali informasi,” ujarnya.
Surya turut berbagi pengalaman pribadinya saat meraih Penghargaan Adinegoro pada 2018. Ia menuturkan, karya tersebut lahir dari kepekaan terhadap kisah warga perbatasan Sebatik yang ditulis secara jujur, utuh, dan tanpa rekayasa.
Ia menekankan pentingnya ketekunan, kejujuran, serta keberanian menghadapi kegagalan. “Gagal menulis, tulis lagi. Jangan pernah berhenti mencoba,” pesannya kepada para pelajar.

Pada kesempatan itu, Surya berharap sinergi antara RRI Nabire dan PWI Papua Tengah dapat terus diperkuat dalam kegiatan literasi dan pembinaan jurnalistik. Ia menilai kolaborasi antarlembaga menjadi kunci melahirkan jurnalis muda yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam pemberitaan.
Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Nabire menjadi momentum penting dalam menumbuhkan budaya literasi serta mencetak generasi jurnalis muda yang profesional, kritis, dan beretika. (Red)








































Users Today : 0
Users Yesterday : 0
Users Last 7 days : 2
Users Last 30 days : 14
Users This Month : 2
Users This Year : 14
Total Users : 15
Views Today :
Views Yesterday :
Views Last 7 days : 19
Views Last 30 days : 125
Views This Month : 19
Views This Year : 125
Total views : 126
Who's Online : 0