
“Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Digelar di Islamic Center Nabire”
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, melakukan perombakan pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam agenda bertajuk “Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah” yang digelar di Gedung Islamic Center, Jalan Merdeka, Nabire.


Perombakan jabatan tersebut meliputi pemberhentian, pemindahan, hingga pengangkatan sejumlah pejabat administrator dan pengawas di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Nabire.
Bupati Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah Politik
Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nabire dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.
Ia menekankan bahwa jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab, bukan hadiah politik ataupun hasil hubungan kekeluargaan.
Menurutnya, pada periode kepemimpinan keduanya saat ini, penempatan pejabat akan sepenuhnya mengacu pada aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.
“Sekarang aturan sudah sangat ketat. Dalam penempatan jabatan tidak ada lagi pertimbangan politik maupun hubungan kekeluargaan. Semua harus berdasarkan aturan agar tidak mengorbankan manajemen kepegawaian satu daerah,” tegas Mesak Magai.

Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya mulai melakukan penertiban ASN, termasuk mengevaluasi pejabat dari luar daerah yang selama ini menduduki jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.
Prioritaskan ASN Asal Nabire dan Putra Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mesak Magai menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang kepada ASN asal Kabupaten Nabire yang memenuhi syarat kepangkatan dan administrasi.
Ia mengaku prihatin karena masih banyak putra-putri asli Papua yang belum serius mengurus administrasi kepangkatan, namun berharap memperoleh jabatan strategis.
Menurutnya, pengembangan karier ASN harus dibangun melalui disiplin administrasi dan peningkatan kapasitas, bukan semata-mata tuntutan jabatan.
“Banyak yang masih berada di golongan 2A, 2B, dan 2C tetapi sudah berharap menduduki jabatan Eselon IV atau Eselon III. ASN harus sadar pentingnya mengurus kepangkatan dan membangun kualitas diri,” ujarnya.

Nabire Masih Peringkat 32 Pengelolaan ASN di Papua
Dalam pidatonya, Bupati Nabire juga mengungkapkan kondisi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nabire yang dinilai masih memprihatinkan.
Ia menyebut, berdasarkan penilaian regional Badan Kepegawaian Negara (BKN) Wilayah IX Papua, Kabupaten Nabire saat ini berada di peringkat ke-32 dari total 33 kabupaten/kota dan provinsi di Tanah Papua dalam pengelolaan sistem manajemen ASN.
Mesak Magai mengatakan Pemerintah Kabupaten Nabire kini tengah bekerja keras melakukan pembenahan data ASN melalui BKPSDM agar peringkat tersebut dapat meningkat secara signifikan.
“Sekarang dari sekitar enam ribu pegawai, lebih dari empat ribu ASN sudah berhasil diperbarui datanya. Sisanya akan terus dituntaskan supaya Nabire bisa masuk 10 besar bahkan lima besar dalam tata kelola ASN,” katanya.
OPD Strategis Diminta Tingkatkan Kinerja
Bupati Mesak Magai juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah OPD strategis yang dinilai memiliki peran penting dalam pelayanan publik dan jalannya pemerintahan daerah.
Beberapa instansi yang disebut antara lain Dinas Dukcapil, BKPSDM, Inspektorat, Bappeda, dan Badan Pengelola Keuangan Daerah.
Ia meminta seluruh pimpinan OPD dan pejabat yang baru dilantik untuk bekerja secara proaktif, menjaga kekompakan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, evaluasi jabatan akan terus dilakukan apabila ditemukan pejabat yang tidak mampu menunjukkan kinerja yang baik.
“Jabatan ini tidak mutlak sampai akhir masa jabatan saya. Kalau kinerja tidak baik, evaluasi dan pergantian bisa dilakukan kapan saja sesuai aturan,” tegasnya.
Bupati Ingatkan ASN Jaga Loyalitas dan Rahasia Kantor
Dalam arahannya, Bupati Nabire juga menyoroti pentingnya loyalitas, integritas, serta etika ASN dalam menjaga rahasia internal pemerintahan.
Ia mengingatkan para pejabat dan pegawai agar tidak sembarangan menyebarkan informasi internal kantor, terlebih di era media sosial yang semakin terbuka.
Menurutnya, pejabat yang tidak mampu menjaga kerahasiaan institusi dapat dievaluasi dari jabatannya.
“Sekarang media sosial sangat ramai. Jangan sampai ada rahasia kantor yang tersebar melalui TikTok, WA Live, dan media lainnya. ASN harus waspada dan menjaga integritas,” ujarnya.

Pemkab Nabire Batasi Perpindahan ASN dari Daerah Lain
Di akhir sambutannya, Mesak Magai menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Nabire sementara waktu tidak akan menerima perpindahan ASN dari daerah lain.
Hal tersebut dikarenakan jumlah ASN di Kabupaten Nabire dinilai sudah sangat banyak, mencapai lebih dari enam ribu pegawai.
Bahkan, menurutnya, hampir 80 persen dari total APBD Kabupaten Nabire yang mencapai sekitar Rp1,3 triliun terserap untuk belanja pegawai.
Karena itu, pemerintah daerah akan fokus melakukan penertiban ASN, peningkatan disiplin kerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

Komitmen Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Baik
Pelantikan dan perombakan pejabat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire dalam membangun birokrasi yang profesional, tertib administrasi, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Bupati Mesak Magai berharap seluruh pejabat yang dilantik mampu menunjukkan loyalitas, tanggung jawab, serta semangat kerja yang tinggi demi mendukung pembangunan Kabupaten Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.”jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.

Pemkab Nabire Batasi Perpindahan ASN dari Daerah Lain
Di akhir sambutannya, Mesak Magai menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Nabire sementara waktu tidak akan menerima perpindahan ASN dari daerah lain.
Hal tersebut dikarenakan jumlah ASN di Kabupaten Nabire dinilai sudah sangat banyak, mencapai lebih dari enam ribu pegawai.
Bahkan, menurutnya, hampir 80 persen dari total APBD Kabupaten Nabire yang mencapai sekitar Rp1,3 triliun terserap untuk belanja pegawai.
Karena itu, pemerintah daerah akan fokus melakukan penertiban ASN, peningkatan disiplin kerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.
Komitmen Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Baik
Pelantikan dan perombakan pejabat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire dalam membangun birokrasi yang profesional, tertib administrasi, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Bupati Mesak Magai berharap seluruh pejabat yang dilantik mampu menunjukkan loyalitas, tanggung jawab, serta semangat kerja yang tinggi demi mendukung pembangunan Kabupaten Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah. (Red)








































Users Today : 1
Users Yesterday : 0
Users Last 7 days : 3
Users Last 30 days : 13
Users This Month : 3
Users This Year : 15
Total Users : 16
Views Today : 4
Views Yesterday :
Views Last 7 days : 23
Views Last 30 days : 76
Views This Month : 23
Views This Year : 129
Total views : 130
Who's Online : 0