NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Sebanyak 467 personel gabungan dari Polda, Polres Nabire, TNI, Lanal, Satuan Brimob, hingga Satgas Operasi Damai Cartenz disiagakan untuk mematangkan pengamanan aksi unjuk rasa di Nabire, Papua Tengah. Pengamanan terpadu ini disiapkan guna mengawal aksi damai yang diinisiasi oleh Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Nabire.
Dalam aksinya, sekitar 200 pelajar menyuarakan evaluasi terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak penyediaan beasiswa dan pendidikan gratis di Tanah Papua melalui rute long march menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Selasa (15/9/2026).


Guna memastikan hak penyampaian pendapat di muka umum berjalan tertib, ratusan personel gabungan tersebut disebar di sepanjang rute perjalanan hingga titik pusat pengumpulan massa. Penyiagaan pasukan secara terukur ini dilakukan demi menjamin aspirasi para pelajar dapat tersampaikan dengan aman tanpa mengganggu kestabilan aktivitas publik maupun merusak fasilitas umum di sekitarnya.
Kepala Polres Nabire, AKBP Samuel D. Taritatu, menegaskan kepada seluruh jajaran pengamanan untuk menjaga sinergitas serta mengedepankan pendekatan persuasif, mengingat mayoritas peserta aksi merupakan anak usia sekolah.
“Terkait dengan pelaksanaan pelayanan penyampaian aspirasi pagi ini, satu hal yang disampaikan oleh Bapak Kapolda: kita harus bertindak hati-hati dan tetap humanis, mengingat penyampaian aspirasi ini sebagian besar mengarah ke adik-adik pelajar,” tegas AKBP Tatiratu.


Di sisi lain, perwakilan massa menegaskan bahwa aksi jalanan ini ditempuh sebagai bentuk penyampaian suara anak muda yang dilindungi konstitusi. Koordinator Lapangan SPWP Wilayah Nabire, Rohan Kobepa, berharap pemerintah daerah dan pusat mendengar secara langsung masukan dari para pelajar di daerah.
“Aksi ini merupakan langkah damai kami untuk menyuarakan masa depan pendidikan di Papua, dan kami berharap aspirasi ini dapat diterima dengan baik oleh dinas terkait,” kata Rohan.
Melalui pengamanan terpadu ini, seluruh elemen masyarakat dan massa aksi diharapkan dapat terus menjaga ketertiban umum serta menghindari segala bentuk provokasi. Kepolisian mengimbau para peserta untuk menyalurkan tuntutan secara santun dan taat hukum, sementara seluruh personel di lapangan diinstruksikan tetap mengutamakan dialog humanis demi memastikan situasi di Nabire tetap aman dan kondusif hingga kegiatan berakhir. (*)








































Users Today : 1
Users Yesterday : 1
Users Last 7 days : 4
Users Last 30 days : 13
Users This Month : 4
Users This Year : 16
Total Users : 17
Views Today : 8
Views Yesterday : 4
Views Last 7 days : 31
Views Last 30 days : 82
Views This Month : 31
Views This Year : 137
Total views : 138
Who's Online : 0