NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Enam tahun menjadi waktu penantian bagi pemilik sepeda motor Honda Beat yang dilaporkan hilang pada 2020. Harapan menemukan kendaraan tersebut akhirnya terwujud setelah Polres Nabire mengamankan satu unit sepeda motor yang teridentifikasi sebagai kendaraan dalam laporan kehilangan, Selasa (15/9/2026).
Hal tersebut disampaikan Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu saat memberikan keterangan di Polres Nabire, Selasa. Ia menjelaskan, kendaraan diamankan sekitar pukul 13.00 WIT setelah penyampaian aspirasi oleh massa yang mengatasnamakan Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP).
“Setelah penyampaian aspirasi dari adik-adik kita yang mengatasnamakan organisasi SPWP, sempat diamankan satu kendaraan yang dicurigai merupakan hasil dari tindak pidana atau hasil pencurian,” ujarnya.
Kecurigaan tersebut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan nomor rangka dan nomor mesin. Hasil pengecekan menunjukkan sepeda motor tersebut memiliki laporan kehilangan pada 2020.


Kendaraan itu dilaporkan hilang pada 6 Mei 2020 sekitar pukul 17.00 WIT di Jalan Medan, Kelurahan Karangmulia, Kabupaten Nabire.
Sepeda motor tersebut merupakan Honda Beat berwarna pink-hitam dengan nomor polisi PA 6399 KD, nomor rangka MH1JM1128KK134190 dan nomor mesin JM11E2116341 atas nama Hamzah Musa. Saat ditemukan, warna kendaraan telah berubah dari warna aslinya.
“Ini motor awalnya warna pink-hitam, tapi sudah diubah warnanya,” jelasnya.
Anak Hamzah Musa kemudian hadir di Polres Nabire untuk melihat kendaraan tersebut. Pemilik saat ini berada di Morawali sehingga diwakili oleh anaknya.
“Bapaknya sekarang berada di Morawali. Jadi diwakilkan anaknya untuk datang melihat kendaraan yang kita amankan, sekaligus nanti kita kembalikan,” katanya.
Ia juga menanggapi klaim salah satu peserta aksi yang mengaku kehilangan sepeda motor. Ia meminta yang bersangkutan menunjukkan STNK dan BPKB sebagai bukti kepemilikan. Namun, orang tersebut menyampaikan dokumen berada di dalam jok kendaraan.
Kapolres mengatakan pihaknya telah mengarahkan yang bersangkutan ke Polres Nabire untuk klarifikasi, tetapi yang bersangkutan meninggalkan lokasi.
“Kami dari Polres Nabire bersama Satreskrim dan jajaran pada prinsipnya akan tetap menegakkan kebenaran serta menjaga keamanan di Nabire sebagai bagian dari Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya. (*)







































Users Today : 0
Users Yesterday : 1
Users Last 7 days : 3
Users Last 30 days : 14
Users This Month : 2
Users This Year : 14
Total Users : 15
Views Today :
Views Yesterday : 3
Views Last 7 days : 20
Views Last 30 days : 125
Views This Month : 19
Views This Year : 125
Total views : 126
Who's Online : 0